Empat Kata, Manfaat Drakor Untukku

Saat ini drama Korea semakin populer dikalangan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, kehadiran drakor tidak selalu disambut dengan tangan terbuka oleh semua orang. Masih banyak juga yang mengganggap menonton drakor akan menimbulkan efek negatif bagi kehidupan. Untuk menghindari efek negatif dari menonton drakor, maka kita harus bisa bertanggung jawab pada diri kita sendiri. Salah satunya dengan cara menyukai drama korea secukupnya saja.

Di postingan sebelumnya, aku telah berbagi tips agar kita tidak diperbudak oleh drakor. Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang berbagai macam manfaat dari menonton drakor, yang telah aku rasakan sendiri. Ada empat kata kunci yang dapat menggambarkan pengalamanku menemukan manfaat drama korea dalam kehidupan. Empat kata kunci tersebut adalah dream, culture, healing, passion. Berikut ini pembahasannya satu per satu.

Sumber gambar asli dari imdb & dramabeans

Dream
Salah satu drakor favoritku adalah Love Story In Harvard (2004). Drama ini menceritakan kisah romance antara mahasiswa hukum dan mahasiswi kedokteran di Universitas Harvard. Drama ini menggambarkan bagaimana kehidupan mahasiswa korea yang kuliah di luar negeri. Melalui karakter Kim Hyun Woo (Kim Rae Won), kita dapat melihat perjuangannya untuk diakui dan dianggap oleh salah satu dosennya yang terkenal ‘killer’. Kasus-kasus hukum yang ia pecahkan dalam drama pun membawa pesan-pesan tersendiri apabila dimaknai secara mendalam.

Dari karakter Lee Soo In (Kim Tae Hee), kita dapat belajar bagaimana perjuangan dirinya sebagai mahasiswi kedokteran. Selain kuliah, ia juga mengambil berbagai macam pekerjaan part time untuk bisa bertahan hidup. Lee Soo In adalah sosok pekerja keras yang tidak mudah menyerah dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Meskipun ditengah kesibukannya, ia meluangkan waktunya menjadi relawan untuk melakukan pekerjaan sosial yang berhubungan dengan kesehatan. Salah satu adegan yang ku ingat adalah momen dimana Lee Soo In menyeka badan seseorang laki-laki yang mengidap penyakit AIDS. Pada masanya, drama ini cukup berani menyinggung topik yang sensitif.

Drama ini membuatku berbinar-binar pada kata “mimpi”. Aku menjadi lebih semangat untuk berjuang demi mewujudkan mimpi-mimpiku. Drama ini menginspirasi untuk berjuang demi pendidikanku. Meskipun keadaan susah dan nampaknya tidak mungkin. Tapi jika kita tetap berusaha dan berjuang dengan sungguh-sungguh, maka akan ada selalu cara untuk meraih mimpi-mimpi kita. Aku merasa beruntung telah menonton drama ini. Karena drama ini juga, aku bisa menjadi seseorang yang seperti sekarang ini.

Melalui drama ini, aku pun semangat belajar berbagai macam bahasa asing, seperti karakter Lee Soo In. Aku biasanya sengaja memilih menonton drama korea dengan menggunakan subtitle bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Hal ini cukup mengasah kemampuan bahasa Inggrisku. Bahkan tanpa disadari dengan menonton drakor, aku pun menjadi belajar bahasa korea.

Culture
Drama selanjutnya adalah Jewel In The Palace (2003). Drama ini merupakan drama sejarah (sageuk), yang menceritakan perjuangan seorang perempuan yang bekerja di dapur istana untuk menjadi dokter perempuan pertama di kerajaan. Cerita ini diangkat dari kisah nyata pada dinasti Joseon. Tanpa disadari, dengan menonton drama ini. Kita pun mempelajari salah satu cerita sejarah Korea. Dengan menonton drama, kita dapat mempelajari sejarah dengan cara yang menyenangkan.

Drama Jewel In The Palace terkenal dengan adegan-adegan memasaknya. Drama ini juga menampilkan gambaran berbagai macam hidangan korea yang cantik dan menarik. Dalam pengalamanku, drama ini pun menginspirasiku untuk membuat kimchi sebagai salah satu proyek sekolah (membuat produk bioteknologi sederhana). Bersama teman sekelompok, aku melakukan persentasi tentang sejarah kimchi, proses pembuatannya, manfaat mengkonsumsi kimchi dan lain-lain. Saat itu, kami mendapatkan respon positif dari guru. Semua itu bisa terjadi karena aku menonton drama korea. Dari drama aku belajar tentang budaya Korea, bahkan aku pun mengedukasi orang lain tentang budaya korea yang aku ketahui.

Healing
Menonton drama korea menjadi salah satu momen istirahat dari segala kepenatan aktivitas sehari-hari. Bahkan dengan menonton drama korea, aku merasakan momen untuk menyembuhkan diriku sendiri dari hal-hal yang melelahkan di dunia nyata. Drama korea adalah hiburan bagiku. Tapi ternyata, ada pengalaman yang luar biasa dengan proses ‘healing’ ini.

Semua itu berawal dari drama It’s Okay That’s Love (2014). Drama ini mengangkat tema kesehatan mental dan psikologis. Aku menonton drama ini disaat yang tepat, yaitu ketika seorang sahabatku menghadapi permasalahan psikologis yang menggangu hidupnya. Aku sendiri tidak familiar dengan masalah psikologis. Tapi, karena drama ini, aku pun dapat membantu temanku dalam proses penyembuhannya. Dari drama ini aku belajar, bahwa penyakit psikologis sama dengan penyakit biasa, seperti sakit gigi, sakit magh atau sakit lainnya. Jika kita sakit, tentu kita perlu berusaha pergi ke dokter untuk mencari obat. Seharusnya itu juga berlaku pada penyakit psikologis. Jika ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi psikis, maka berusahalah mengunjungi pskiater. Karena pergi ke psikiater bukan hanya untuk orang-orang yang gila saja. Orang yang pergi ke pskiater, adalah orang-orang yang berusaha untuk menyembuhkan dirinya demi memperoleh kesehatan metal yang baik. Dari drama IOTL, aku mendapatkan pencerahan tentang kesehatan mental. Aku juga mendapatkan keberanian untuk mendampingi temanku dalam masa penyembuhannya.

Passion
Beberapa drama korea menceritakan tentang tokoh dengan profesi tertentu, seperti detektif, pengacara, dokter, penulis dan lain-lain. Dari menonton drama korea, kita bisa mempelajari dan mendalami tokoh yang diceritakan dengan profesinya masing-masing.

Dari menonton drama korea aku lebih menyadari akan passion-ku. Aku suka dengan cerita, aku suka dengan menulis. Drama W-Two Worlds (2016), menceritakan kisah di dalam kisah. Sebuah cerita drama yang menarik perhatianku. Karena menceritakan tentang kisah romance seorang karakter di dalam webtoon yang bisa keluar, pindah ke dunia nyata. Aku memang selalu lebih tertarik menonton suatu drama jika drama itu membahas tentang penulis atau buku. Dari drama korea juga, aku menyadari bahwa aku bisa menyalurkan hobi menulisku dengan menulis berbagai macam review drama yang sudah aku tonton atau bahkan menulis hal lainnya tentang budaya korea yang aku ketahui.

Dari drama W juga, kita dapat mengetahui perkembangan teknologi, secara spesifik penggunaan efek CGI di dunia perfilman korea. Tidak hanya teknologi, kita pun bisa belajar fashion dari drama. Karena biasanya karakter-karakter yang ada di drama, selalu tampil dengan modis dan trendy.

Dari drama korea, aku pun mendapatkan teman baru, bahkan ada yang lintas negara. Kesukaan yang sama terhadap drama korea dapat mengatasi perbedaan jarak, bahasa dan budaya. Selama perjalananku menyukai drama korea, aku bertemu dengan banyak teman-teman baru di forum. Bersama mereka, kita biasanya membahas tentang drama bahkan membahas berbagai macam hal yang ada di kehidupan.

Dream-Culture-Healing-Passion. Itulah empat kata yang mewakili pengalaman yang kurasakan akan manfaat menonton drama korea. Bagaimana dengan teman-temanku yang lain?

Jangan lupa baca juga cerita manfaat drakor dari eonni-eonni lainnya: Gita, Alienda, Dwi, Rian, Ima, Risna, dan Rijo.

Diterbitkan oleh saenas

dreamer

5 tanggapan untuk “Empat Kata, Manfaat Drakor Untukku

  1. Setuju banget dengan pendapatmu sis. Terutama untuk film-film yang kuat atmosfernya yang bisa membangun inspirasi atau passion kita pasti jadi makin suka dengan dramanya dan bakal ingat terus ๐Ÿ˜ dan tanpa disadari mereka jadi penguat kita di kala ragu๐Ÿ˜Œ

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: