Kosakata Drama Yang Terngiang-Ngiang

Salah satu manfaat dari menonton drama Korea adalah belajar bahasa. Aku biasanya lebih memilih menggunakan subtitle dari bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Awalnya, aku melakukannya untuk melatih kemampuan bahasa Inggris. Akan tetapi lama kelamaan, aku menjadi terbiasa dan justru lebih nyaman memakai subtitle dari bahasa Inggris. Menurutku, terjemahannya lebih tepat dan sesuai dengan nuansa drama yang aku tonton dibandingkan terjemahan bahasa Indonesia.

Ketika aku menonton drama Korea yang didubbing ke dalam bahasa Indonesia di saluran TV, aku merasa drama tersebut menjadi aneh. Logat bicara tokoh dalam drama tersebut menjadi berbeda. Begitu pula kesan karakteristik tokoh yang aku rasakan menjadi berubah. Ternyata logat, intonasi, ekspresi dan gaya berbicara sangat mempengaruhi kesanku terhadap sebuah drama. Karena itu, aku lebih memilih menonton drama korea yang mempertahankan suara asli para tokohnya dengan bahasa korea. Lebih baik aku membaca subtitlenya saja, daripada mendapatkan kesan yang aneh selama menonton.

Dari menonton drama Korea, secara tidak langsung, sedikit demi sedikit, kita akan menjadi familiar terhadap kosakata dalam bahasa Korea. Selain kosakata, kita pun akan familiar dengan logat atau cara mengucapkan kata-kata tersebut. Salah satu drama yang kata-katanya terngiang-ngiang di telinggaku adalah The Master’s Sun (2013).

kkeojyeo, kosakata yang sering diucapkan oleh So Ji Sub di drama Master’s Sun
Sumber gambar: we heart it

Pada drama The Master’s Sun, Joo Joong-won (So Ji Sub) sering mengatakan kkeojyeo (꺼져) kepada Tae Gong-shil (Gong Hyo Jin). Kata-kata ini sering sekali muncul di drama, bahkan menjadi ciri khas dari karakter Joo Joong-won. Bahkan Joo Joong-won sering mengucapkannya dengan berbagai gesture. Berkat drama ini, bertambahlah satu kosakata bahasa korea yang aku tahu.

Kkeojyeo (꺼져) artinya ‘get lost’. Atau dalam bahasa Indonesia berarti enyahlah’. Kata-kata ini memang nampak sedikit kasar atau tidak sopan untuk diucapkan kepada seseorang. Tetapi di dalam drama, kata-kata ini sangat sesuai jika diucapkan oleh karakter Joo Joong-won yang sedikit arogan. Selama menonton drama ini, kata-kata ‘kkeojyeo’ selalu terngiang-ngiang di kepalaku. Bahkan tanpa sadar, aku mengucapkan kata-kata tersebut dalam keseharian. Misalnya, ketika aku terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh, dengan keras aku akan mengatakan ‘kkeojyeo’ kepada pikiran-pikiran di kepalaku. hehe… Cara ini cukup ampuh untuk membuatku kembali berpikir dengan jernih dan lebih positif.

Itulah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa dari menonton drama, kita dapat mempelajari juga bahasanya. Selain kosakata tersebut, tentunya ada beberapa kosakata lain yang aku ketahui dari drama. Jika mendengarnya, aku sudah tahu maksud dari kata atau ucapannya. Bahkan kadang, tanpa sadar aku pun memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Terutama jika aku sedang bersama teman-temanku yang juga menyukai Korea.

Araso (아랐어) menjadi salah satu kosakata yang tanpa ku sadari sering aku gunakan. Kata ini biasanya digunakan dalam percakapan, untuk memberikan respon kepada seseorang dengan menyatakan bahwa kita memahami apa yang dibicarakan. Secara sederhana, ‘araso’ artinya ‘iya, aku ngerti atau iya, aku paham’. Kosakata ini sering aku gunakan untuk merespon penjelasan sesorang disekitarku. Terkadang aku juga menggunakannya ketika aku menjelaskan sesuatu kepada seseorang, kemudian penjelasan tersebut akan ku akhiri dengan nada tanya ‘araso’? hehe… Padahal belum tentu, orang tersebut memahami bahasa Korea.

Kosakata selanjutnya adalah Mian (미안) atau mianhaeyo (미안해요). Kata ini sering aku gunakan dalam kehidupan sehari-hari. ‘Mian’ atau ‘mianhaeyo’ memiliki arti yang sama yaitu ‘maaf’. Yang berbeda hanyalah dari penggunaannya. Mian biasanya ditujukan kepada seseorang yang seumuran atau lebih muda daripada orang yang mengucapkannya. Atau ditujukan kepada seseorang yang sudah dekat dengan orang yang mengucapkannya. Sedangkan mianheyo ditujukan kepada seseorang yang lebih tua atau seseorang yang baru saja dikenal. Selain kedua kata tersebut ada juga dua kata lain, Mianhamnida (미안합니다) atau Joesonghamnida (죄송합니다). Kedua kata tersebut memiliki arti yang sama, hanya saja lebih formal.

Selain ketiga kata tersebut, tentunya masih banyak kata-kata lainnya yang terkadang aku gunakan juga dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kata sapaan eonni (언니) yang berarti kakak perempuan. Kata chingu (친구) yang berarti teman. Kedua kata tersebut biasanya aku gunakan sebagai kata panggilan untuk teman-temanku sesama pencinta drama Korea. Ada juga beberapa kata lain yang cukup familiar, seperti saranghae (사랑해) atau saranghaeyo (사랑해요) yang berarti aku mencintaimu. Ada juga kamsahamnida (감사합니다) untuk mengucapkan terimakasih dan annyeong (안녕) untuk mengucapkan halo dan masih banyak juga kata-kata lainnya.

Dari menonton drama, kita juga bisa menemukan kosakata gaul (slang words) yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama dikalangan anak muda, seperti chi-mek (치맥). Bir dalam bahasa korea adalah meak-ju (맥주). Kata gaul digunakan dengan menyebut kata awal dari jenis makanan yang ditambahkan dengan kata singkatan dari bir. Jadi chi-mek adalah menikmati chicken (ayam) dengan bir. Selain itu ada Nam-chin (남친) yang merupakan bahasa gaul untuk pacar laki-laki. Dae-bak (대박) biasanya digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang keren, bagus dan hebat. Itulah beberapa kata dalam bahasa gaul yang cukup familiar kita dengar dari menonton drama. Sebenarnya masih banyak lagi kata gaul lainnya.

Dari ceritaku diatas, tentunya kita dapat menarik kesimpulan bahwa menonton drama Korea sudah terbukti akan menambah wawasan kosakata yang dapat kita ketahui. Sehingga kita pun, secara tidak langsung mempelajari bahasa Korea dari drama yang kita tonton. Akan tetapi sebelum menggunakan kosakata tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sebaiknya kita mempelajarinya terlebih dahulu. Karena beberapa kata dalam bahasa korea peruntukkannya berbeda-beda (formal dan informal). Jangan sampai kita hanya mengikuti kosakata dari drama, tanpa sadar bahwa ternyata kata-kata tersebut tidak sopan untuk diucapkan kepada orang yang lebih tua. Selamat belajar!

Sumber referensi:
https://speechling.com/blog/top-20-korean-slang-words-to-speak-like-a-native/

Mari baca juga cerita eooni-eonni yang lain tentang kosakata korea yang sering terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Cerita eonni: Lala, Rian, Rani, Lendy, DK, Gita, Risna, Dwi, Ima, Alienda, Rijo, Dea, Nadya, Asri, Rella dan Litha.

Diterbitkan oleh saenas

dreamer

One thought on “Kosakata Drama Yang Terngiang-Ngiang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: